Minggu, 28 Juni 2015

5 PILAR KESELAMATAN LLAJ

 
Kebijakan Pilar 1 : Manajemen Keselamatan Jalan    (Road Safety Management)
Target         : Mendorong terciptanya kemitraan multi-sektoral dan penunjukan lead a agency dengan kapasitas untuk mengembangkan dan menetapkan strategi keselamatan jalan nasional, rencana dan target yang didukung oleh pengumpulan data dan bukti penelitian untuk menilai desain penanggulangan dan memantau implementasi dan efektifitas.
Rencana Aksi :
1.       Koordinasi dan Manajemen Keselamatan Jalan
2.       Sistem Data Kecelakaan Lalu Lintas
3.       Pendanaan Keselamatan Jalan
4.       Riset Keselamatan Jalan
5.       Kemitraan dan Kerjasama (Partnerships and Collaboration)


Kebijakan Pilar 2 : Jalan Yang Berkeselamatan (Safer Road)
Target        : Meningkatkan keselamatan melekat dan kualitas perlindungan atas kualitas jaringan jalan untuk kepentingan semua pengguna jalan, terutama yang paling rentan (misalnya pejalan kaki, sepeda dan sepeda motor). Hal ini akan dicapai melalui implementasi penilaian infrastruktur jalan dan peningkatan perencanaan, desain, konstruksi dan pengoperasian jalan yang berkeselamatan.
Rencana Aksi :
1.  Perencanaan dan Desain Keselamatan Jalan
2.      Perbaikan Daerah Rawan Kecelakaan
3.      Biaya Kecelakaan Lalu Lintas 

Kebijakan 3      : Kendaraan Yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Target       : Perkembangan global peningkatkan teknologi keselamatan kendaraan, baik untuk keselamatan pasif maupun aktif melalui kombinasi, harmonisasi standar global yang relevan, informasi konsumen dan skema insentif untuk mempercepat penyerapan teknologi baru
Rencana Aksi :
        1. Standar Keselamatan Kendaraan
        2. Kelaikan Kendaraan

Kebijakan 4      :  Perilaku Pengguna Jalan (Safer People)
Target        : Penegakan hukum lalu lintas jalan yang berkelanjutan dan standar standar peraturan yang dikombinasikan dengan kesadaran masyarakat atau kegiatan pendidikan (Disektor publik maupun sektor swasta) yang akan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan yang mengurangi dampak dari faktor faktor  risiko.
Rencana Aksi :
1.       Pendidikan Keselamatan Jalan Untuk Anak
2.       Pelatihan dan Pengujian Pengemudi
3.       Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Jalan
4.       Penegakan Hukum
5.       Peraturan Lalu lintas

Kebijakan 5       : Perawatan Pasca Kecelakaan (Post Crash)
Target           : Peningkatan responsivitas untuk keadaan darurat dan meningkatkan kemampuan sistem kesehatan untuk memberikan perawatan darurat yang sesuai dan rehabilitasi jangka panjang.
Rencana Aksi :
1.  Pelayanan Pra-Rumah Sakit/ Pertolongan      Pertama Bagi Korban (Emergency Respond )
2.  Sistem Perawatan Pasca Trauma
3.   Penerapan Sistem Asuransi Kecelakaan

Rabu, 24 Juni 2015

ALTERNATIF MENGATASI KEMACETAN JAKARTA



  1. Hilangkan BBM Bersubsidi di Kota Jakarta
Kenapa? Karena dengan dihilangkannya BBM subsidi maka akan membuat masyarakat Kota Jakarta untuk berpikir ulang dalam menggunakan kendaraan pribadi sebagai transportasi utama mereka di kota ini. Akan sangat mengesankan apabila masyarakat Jakarta menggunakan kendaraan umum sebagai pilihan utama mereka. Tetapi Transportasi Umum kita juga masih belum memadai, karena itu akan menjadi solusi selanjutnya.
  1. Memperbaiki serta menambah sarana dan prasarana untuk transportasi umum yang nyaman di Jakarta
Melanjutkan Solusi Pertama di atas, masyarakat Jakarta akan tetap susah berpindah kepada transportasi umum jika transportasi umum yang ada sekarang saja masih sangat ruwet dan berantakan. Oleh karena dengan memperbaiki sarana & prasarananya maka akan menarik perhatian warga  Jakarta untuk menggunakannya (transportasi umum). Sebagai contoh: Halte Bus yang terawat, Perbaikan pelayanan umum, Membangun infrastruktur jalan raya, transportasi massal diperbanyak (Transjakarta, MRT, Mono rel, Subway, Waterway, dll.). Sebagai informasi saja Luas jalan di Jakarta hanya sebesar 10 dari luas Jakarta dan itu sangat amat kurang untuk besarnya penduduk di kota ini.
  1. Menaikkan harga kendaraan pribadi beserta pajak kendaraan
Mengapa ? Singapura bisa sangat baik transportasi umum serta lalu lintasnya. Karena Harga mobil di sana lebih mahal 4-5 x dari harga normal mobil pada umumnya. Dengan Menaikkan harga & pajak kendaraan pribadi, maka menurut saya pasti masyarakat akan beralih kepada transportasi massal, tapi ingat solusi kedua harus segera dijalankan.
  1. Harga Parkir yang amat sangat mahal
Saya setuju dengan saudara 'Daniel Notolegowo' di artikelnya yang berjudul "Solusi Keras Mengatasi Kemacetan Jakarta". Dengan menaikkan harga parkir itu membuat masyarakat akan sangat kesulitan menggunakan kendaraan pribadi dan kembali lagi beralih kepada transportasi massal.
  1. Penegak Hukum yang tegas serta denda tilang yang tinggi
Masyarakat Jakarta sangat amat bandel dan suka semaunya sendiri, karena banyaknya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Contoh: Menerobos lampu merah, berhenti & parkir sembarangan, buang sampah, dan masih banyak lagi. Karena itu dengan Penegak hukum yang tegas yang selalu menilang setiap pelanggaran yang ada dan denda tilang yang tinggi maka masyarakat Jakarta pasti akan tertib berlalu lintas. Karena salah satu penyebab macetnya kota ini adalah tidak tertibnya pengguna jalan serta tidak ada ketegasan dari pihak penegak hukum di kota ini.
  1. Camera (CCTV) Security di Jalan-Jalan Jakarta
Dengan menggunakan sistem CCTV di jalan-jalan Jakarta maka akan membuat setiap pelanggaran lalu lintas akan terekam dan pelaku dapat segera dikenakan denda tilang, dengan begitu masyarakat akan semakin tertib dalam menggunakan jalan, terlebih lagi CCTV akan mengurangi tindak kejahatan di kota ini.
Dengan diterapkannya ke-6 hal tersebut saya yakin Kota jakarta bahkan di Indonesia tidak ada lagi kemacetan. dan dampaknya adalah:
  1. karena tertekan secara ekonomi untuk menggunakan kendaraan pribadi, masyarakat akhirnya beralih ke kendaraan umum.
  2. Lalu lintas di Kota Jakarta akan semakin tertib dan aman.
  3. Pasti akan banyak pihak yang akan memprotes kebijakan dengan alasan-alasan yang dibuat-buat untuk kepentingan mereka sendiri.
Demikian pendapat saya untuk mengatasi kemacetan Kota Jakarta ini, saya harap pemerintah dapat melihat keprihatinan warganya. Dan pastinya semuanya itu harus dimulai dari diri sendiri untuk ikut berpartisipasi memperbaiki Kota Jakarta